Saya telat menyadari akan pentingnya aspek literasi. Kemampuan untuk membaca dan menulis merupakan suatu hal penting dan mendasar. Pelajaran Bahasa Indonesia ketika masa wajib belajar merupakan asal pembentukan kemampuan orang dalam memahami literasi. Sayang sekali, saya tidak mendapatkan suatu pelajaran yang mewajibkan saya untuk menyelesaikan suatu tugas khusus. Misalnya, saya diwajibkan untuk membaca tentang buku-buku tertentu, atau menulis dengan tema-tema tertentu. Tidak ada paksaan dan kewajiban dalam kurikulum yang memaksa saya. Tidak ada sistem yang membentuk saya. Cukup berpengaruh, cukup merugikan. Karena itu, keengganan saya untuk memahami literasi menjadi tinggi. Itu membahayakan, tentu saja. Maka dari itu, sejak masa kuliah ini, saya memaksa diri untuk cinta dengan literasi. Saya harus memaksanya. Karena bagi saya, kemampuan membutuhkan kemauan, dan kemauan membutuhkan paksaan. Bagi...
Niscaya, Kamu Paham