Skip to main content

Posts

Seni yang Dipaksakan

Kata orang, seni itu unik. Keren, classy, dan eksklusif. Semakin sulit seni dipahami, semakin tenar. Semakin ambigu seni diartikan orang, semakin dicari. Memang, tidaklah keharusan untuk seni itu dipahami. Saya tidak paham dengan seni. Sangat tidak paham. Bahkan, ketika ada acara pameran seni yang saya kunjungi, saya tidak mengerti sama sekali. Saya bingung, antara caption yang mereka sediakan, dengan prototype seni yang mereka pamerkan. Entah, mungkin saya kurang keren. Mungkin, pemikiran saya masih rendah. Mungkin, orang-orang yang mampu menikmati seni adalah orang yang sepadan. Entah, saya tak mengerti. Namun, sepertinya, saya juga meyakini, bahwa tak ada yang bisa untuk menilai sebuah seni. Karena seni itu bukan aturan. Seni itu luas. Dan seni, tak bisa dipaksakan. Sampai sejauh mana kalimat saya dapat disetujui. Saya tidak peduli. 

Saya Ingin Tetap Produktif

Saya sudah hampir menyelesaikan masa bakti saya. Itu berarti saya sudah hampir menghabiskan waktu saya selama 2 tahun di perkuliahan ini dengan berbagai kegiatan. Memang, rasanya tidak menyenangkan, ketika tak bisa bersantai. Tetapi, semakin ke sini, saya semakin berpikir. Saya akan lebih merasa tidak nyaman jika saya tidak punya pekerjaan. Saya yakin, saya pasti kebingungan, merasa tidak berguna, dan merasa tak mempunyai prestasi. Disuruh belajar? Ya, tugas utama saya adalah belajar. Tetapi, saya tidak berada di jalur itu. Saya tak suka belajar materi perkuliahan. Meskipun, saya akan tetap bangga dengan major yang saya ambil. Semester 1 sampai semester 4 yang hampir purna, sudah [dengan] sukses saya lakukan. Saya masih menunggu kejutan apa lagi yang akan menghampiri saya di sisa waktu saya di bangku perkuliahan, di kota Jogja ini. Saya tak ingin menghabiskan waktu hanya untuk makan, nonton film, jalan-jalan ke mall, dan begitu selalu diulang. Saya ingin ha...

[Hampir] Purna

Sudah sembilan bulan secara resmi saya menjalani sebagai ketua himpunan. Itu berarti, sebentar lagi tugas yang saya emban akan selesai. Terima kasih Tuhan atas segala kesempatan yang sudah Engkau berikan. Terima kasih teman-temanku anggota kepengurusan yang sudah mau saya pimpin. Semoga, saya mampu memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga untuk kalian. Terutama, untuk semua warga Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta. TTD Andika Jati

Love and Vision

Saya hidup di dunia. Saya mempunyai rencana. Meskipun saya pernah mempunyai luka di masa lalu. Itu bukan menjadi masalah. Pertanyaan yang harus saya jawab, akan menjadi seperti apa saya. Saya akan menjadi orang yang seperti apa, orang yang bagaimana. Ketika saya merasa malas dan bosan dengan rutinitas. Ketika saya tidak mempunyai goals atau visi yang outstanding. Kemudian saya kembali teringat tentang cinta. Cinta membuat saya menjadi lebih bersemangat. Membuat saya mempunyai visi lebih besar. Lebih menantang, lebih hebat, lebih berjuang. Membuat saya tidak ingin menjadi biasa saja. Memang, cinta itu seperti hitam dan putih. Mampu membuat buruk, atau menjadi baik sekali. Mengerikan.

Tiga Tipikal Manusia

Saya suka berada pada lingkungan saya sekarang ini, saya mampu mempelajari sesuatu yang tak ada di perkuliahan. Saya mampu belajar mengenai manusia, sifat manusia, dan cara menanganinya. Setelah saya ketahui, bahwa pada dasarnya, manusia mempunya tiga tipe yang sangat umum dan wajar: Tidak mau meminta maaf Ingin dianggap bahwa dirinya memang dibutuhkan Ingin dianggap bahwa dirinya adalah yang paling berjuang Coba, Anda perhatikan untuk nomor 1. Sudah berulang kali saya mendapatkan kejadian seperti itu. Ketika ada orang yang mencoba memberi saran dan kritik, mengapa susah sekali untuk orang mengatakan maaf dan berterima kasih atas saran dan kritik yang diberikan. Mengapa harus merasa tersinggung dan tak dihargai, heran. Untuk nomor 2 dan 3, hehe. Sebenarnya, itu tidak begitu membuat saya kesal, karena itu memang lebih condong ke hak masing-masing orang. Tetapi, mengapa harus seperti itu. Mengapa manusia ingin sekali adanya confession. Sesuatu yang sebenarnya tak perlu....

Orang [Tak] Suka Politik

"Banyak sekali kepentingan berbau politik yang sudah masuk ke sini. Kami hanya menerima," kata orang. "Semua politik itu sampah," kata orang. "Aku tidak mau terjun ke dunia politik," kata orang. "Politik hanya berisi koruptor yang tak mampu bekerja," kata orang. Begitu banyak tanggapan masyarakat tentang arti dan makna kata politik . Memang, lingkungan Indonesia berada dalam zona politik yang dapat dikatakan buruk. Saya mampu mengatakan itu, karena terbukti dari media yang tersebar di masyarakat, begitu banyak kejadian buruk terjadi pada aktivitas politik pemerintahan. Begitu banyak masalah yang muncul, sehingga menimbulkan banyak persepsi orang. Mulai dari orang yang paham betul dengan masalah itu, orang yang [sok] tahu, dan orang yang benar-benar tidak tahu. Berbagai tanggapan orang mengenai politik itu tidak salah. Mereka tidak sepenuhnya salah. Tetapi, begini. Tidak semua dan secara mutlak bahwa politik itu negatif....