Saya tahu, bahwa ini sangat klise dan umum.
Saya juga tahu, bahwa ini sering sekali dipublikasikan.
Tetapi saya lebih tahu, bagaimana rasanya menyikapi hal seperti ini.
Ketika kemarin saya berada di makam tempat ayah saya dikuburkan. Tiba-tiba saja saya teringat masa lalu. Hal-hal yang indah, yang rasanya sulit sekali untuk dilupakan. Deras air mata keluar dari mata, cielah. Perasaan takut dan bersalah yang terus berada di benak hati maupun pikiran.
Saya hanya ingin berpesan untuk kalian yang masih sempat ataupun masih mempunyai orang tua yang lengkap. Sayangilah mereka selagi sempat.
Memang, kesibukan masing-masing dari kalian susah dihindarkan. Bisa kesibukan tentang: studi, organisasi, ataupun yang lain-lain. Perlu diingat, jangan lupakan orang tua.
Seperti saya ini.
Yang dulunya di sekolah menengah atas, selalu sibuk dengan kegiatan.
Selalu pulang malam. Selalu sulit dihubungi.
Padahal, ayah saya hanya meminta kabar. Meminta kepastian waktu pulang. Meminta untuk ditemani tidur bersama. Tetapi, saya membiarkannya berlalu tanpa kepedulian berarti.
Kemudian ketika ayah saya yang telah tiada. Malahan kegiatan saya yang sudah selesai masa-masa sibuknya. Hanya penyesalan yang tersisa. Hehe.
Percayalah, kawan. Kesibukan itu nomor sekian. Jauh di bawah keluarga kedudukannya.
Saya tidak bisa menjabarkan lebih luas dan lebih panjang lagi. Karena, hanya yang mengalami yang merasakan. Bahwa, kesempatan bersama keluarga itu sangatlah penting.
Note: bukan bermaksud menggurui.
Comments
Post a Comment